AC Milan kembali ke jalur kemenangan dengan menundukkan Lecce 3-0 di San Siro, Senin (21/9/2026) dini hari WIB. Di balik hasil itu, Ruben Amorim menyoroti satu perubahan penting dalam cara kerjanya: ia tidak lagi ingin memaksakan pemain mengikuti sistem secara kaku.

Sebagaimana dilaporkan detikSport pada 21 September 2026, Amorim mengatakan pengalaman saat menangani Manchester United menjadi pelajaran besar. Di Milan, ia kini berusaha memberi pemain ruang lebih luas untuk mengambil keputusan di lapangan.

Amorim Tak Mau Ulangi Pengalaman di Manchester United, Kini Ubah Cara Melatih Milan
Sumber: Getty Images/Eurasia Sport Images

Di Milan, Amorim Tak Lagi Terpaku pada Satu Sistem

Perubahan itu terlihat dalam cara Milan bermain menghadapi Lecce. Rossoneri menang melalui gol Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira. Sumber resmi AC Milan juga mencatat kemenangan 3-0 tersebut setelah tim sebelumnya melewati periode tanpa kemenangan.

Amorim tidak meninggalkan identitas permainan yang ingin dibangun. Namun, pendekatannya kini lebih adaptif terhadap karakter pemain yang tersedia. Alih-alih memaksa setiap situasi mengikuti satu pola, ia memberi pemain kebebasan lebih besar untuk membaca pertandingan.

Masa di Manchester United Mengubah Cara Amorim Melatih

Amorim meninggalkan Manchester United pada Januari 2026. Masa kerjanya di Inggris berakhir setelah performa tim tidak memenuhi harapan dan hubungan dengan manajemen memburuk, sebagaimana diberitakan detikSport. AC Milan kemudian menunjuknya sebagai pelatih kepala pada 16 Juni 2026.

Di Milan, proses adaptasi masih berjalan. Beberapa hari sebelum kemenangan atas Lecce, Amorim juga mengakui permainan tim belum sesuai harapan setelah kalah 0-2 dari Benfica di Liga Europa. Ia menyoroti masalah organisasi, kreativitas di area lawan, serta pengambilan keputusan ketika menguasai bola.

Kemenangan atas Lecce belum otomatis menjawab seluruh persoalan Milan. Namun, perubahan pendekatan Amorim menunjukkan bahwa pengalaman sebelumnya tidak hanya menjadi catatan masa lalu, melainkan ikut membentuk cara ia membangun tim barunya.

Bagikan artikel ini
Catatan redaksi

Artikel ini disusun untuk membantu pembaca memahami konteks sebuah isu. Bila menemukan kekeliruan, sampaikan kepada redaksi melalui kanal kontak.